Skip to main content

Membongkar Laptop

Kali ini adalah kali kedua saya membongkar laptop. Pertama kali membongkar laptop ketika saya masih mahasiswa tingkat dua. Saat itu saya membongkar laptop karena penasaran kenapa laptop saya begitu panas. Akhirnya diketahui bahwa terdapat debu yang begitu tebal di sekitar kipas CPU.

Namun kali ini alasannya berbeda. Berawal dari penunjukan saya sebagai salah satu asisten kuliah oleh salah seorang dosen, saya kemudian merenung tentang apa saja yang perlu dipersiapkan. Saya teringat bahwa port VGA laptop saya bermasalah (seperti ada yang mengganjal di dalam lubangnya). Saya tidak mengecek bagian mana yang rusak namun entah kenapa saya langsung berasumsi bahwa port VGA nya mungkin harus diganti.

 Pertama lepas harddisk, RAM, dan DVD Drive




Lanjut melepas casing terluar

Tidak lupa mengambil gambar letak kabel-kabel untuk mencegah kesalahan memasang kembali akibat lupa.

Lepas monitor

Lepas kabel mouse pad

Yak, periferal sudah terlepas, tampak lah mainboard-nya.


Setelah melepas kipas dan CPU terlihatlah debu di sekitar saluran udaranya.

Ini dia port VGA

Saya mulai dengan memasukkan kawat ke lubang pin yang normal dan ke lubang yang bermasalah. Lalu saya bandingkan perbedaanya. Terasa lubang pin yang bermasalah (pin 11 - pin 15) seperti ada yang menyumbat. Pin-pin 12 - 15 adalah pin-pin yang penting. Pin 12 untuk I2C data, pin 13 horizontal sync, pin 14 vertical sync, dan pin 15 I2C clock. Saya sempat bingung bagaimana cara membersihkan lubang pin yang sangat kecil itu. Akhirnya saya teringat bahwa saya punya mata bor yang cukup kecil yang dahulu kala sering saya gunakan untuk mengebor PCB. 

Penyumbatnya adalah serpihan plastik port VGA sendiri yang mungkin terkelupas karena mencolokkan port male (jarum) VGA kabel monitor yang posisi pinnya sudah sedikit bergeser sehingga menggerus plastik port female (lubang) VGA laptop saya.



Setelah selesai membersihkan port VGA saya memasang kembali laptop. Tetapi pada akhir didapati 3 baut belum terpasang, 1 buah plat yang saya tidak tahu dari mana, dan 1 buah dudukan baut yang patah. -_-

Tapi saya rasa tidak terlalu bermasalah. Kalo gitu mari kita coba nyalakan. B)

Jika dipikir-pikir keputusan saya untuk membongkar laptop adalah cukup lebay. Seharusnya saya periksa terlebih dulu port VGA dari luar. -_-. Tapi tidak apa-apa, setelah dibongkar suhu laptop kembali menjadi tidak terlalu panas karena saya jadi bisa membersihkan debu pada kipas. :)

Oh iya, tak terasa laptop kesayangan saya ini sudah lima tahun menemani. :)). Sempat terpikir untuk membeli laptop baru saja. Laptop ini sudah tidak ada baterai dan ukurannya cukup besar. Tetapi karena sejauh ini pekerjaan saya yang kebanyakan hanya membuat aplikasi desktop atau web masih sanggup ditangani laptop  ini dan belum merambah ke hal-hal seperti simulasi dan pengolahan grafis serta saat bekerja tidak sering berpindah-pindah jadi ditunda dulu untuk membeli yang baru. Supaya ngga mubazir, laptop disesuaikan dengan skill dan kebutuhan. Hehe.

Comments

Popular posts from this blog

Rangkaian Sensor Infrared dengan Photo Dioda

Keunggulan photodioda dibandingkan LDR adalah photodioda lebih tidak rentan terhadap noise karena hanya menerima sinar infrared, sedangkan LDR menerima seluruh cahaya yang ada termasuk infrared. Rangkaian yang akan kita gunakan adalah seperti gambar di bawah ini. Pada saat intensitas Infrared yang diterima Photodiode besar maka tahanan Photodiode menjadi kecil, sedangkan jika intensitas Infrared yang diterima Photodiode kecil maka tahanan yang dimiliki photodiode besar. Jika  tahanan photodiode kecil  maka tegangan  V- akan kecil . Misal tahanan photodiode mengecil menjadi 10kOhm. Maka dengan teorema pembagi tegangan: V- = Rrx/(Rrx + R2) x Vcc V- = 10 / (10+10) x Vcc V- = (1/2) x 5 Volt V- = 2.5 Volt Sedangkan jika  tahanan photodiode besar  maka tegangan  V- akan besar  (mendekati nilai Vcc). Misal tahanan photodiode menjadi 150kOhm. Maka dengan teorema pembagi tegangan: V- = Rrx/(Rrx + R2) x Vcc V- = 150 / (150+10) x Vcc V- = (150/160) x 5

Kerusakan pada Motherboard

1. Sering terjadi hang memory tidak cocok --- ganti memory ada virus di harddisk --- scan harddisk over clock --- seting kembali clock prosesor ada bad sector di harddisk --- partisi harddisk dengan benar 2. Pembacaan data menjadi lambat memori tidak cukup --- tambah memori harddisk penuh atau ada virus --- kurangi isi harddisk, scan harddisk, atau ganti hardisk 3. CMOS failure baterai habis --- ganti baterai CMOS seting BIOS berubah --- seting kembali BIOS 4. Tidak bisa booting cache memory rusak --- disable eksternal cache memory di BIOS memori tidak cocok --- ganti memori boot sector pada harddisk rusak --- masukkan operating system baru ada bad sector pada trek awal harddisk --- partisi harddisk 5. Suara bip panjang berkali-kali memori rusak --- periksa kedudukan memori memori tidak cocok --- ganti memori memori tidak masuk slot dengan sempurna --- periksa kembali kedudukan memori 6. Suara bip bagus tetapi tidak ada tampilan / bip dua kali VGA card

Raspberry Pi Bluetooth Connection

Raspberry Pi 3 provides a built-in Bluetooth module. The latest Raspbian has been bundled with tools for enabling Bluetooth connection. The Bluetooth icon will be shown up on the top right corner of the desktop. It's a tool to discover available Bluetooth devices and connect Pi with Bluetooth devices. It is easy to connect any Bluetooth-enabled electronic device with Pi. But, sometimes Pi will fail to connect, especially for Bluetooth device that has no standardized services. From a terminal, we can use the  bluetoothctl tool to scan and connect with a Bluetooth device. You should make sure that the BlueZ protocol stack has been installed by running $ apt-get install bluez Run bluetoothctl to enter the tool command window Turn the power on by running power on (Optional) You can set AutoEnable=true in /etc/bluetooth/main.conf if you want to make the Bluetooth auto power-on after reboot. Run devices to see which devices have been paired Run scan on if your desired d

How To Use Git in Netbeans

Git is a popular version control application nowadays. Recently I have created a note about its differences with SVN and how to use it in Eclipse . There are many Git client tools. But I just want to show how to use Netbeans built-in Git tools. It makes the development process easier because it has been integrated with the IDE. Create Remote Git Repository We need a remote Git repository so everyone can store or receive any revision or updated files through the networks. We can set up our own Git server or use a public Git server like Github . In this note, I use Github. 1. Create an account in Github and create an empty Git repository Create an empty public repository in Github 2. Get the remote repository link Your Github Repository URL Create a New Project in Netbeans and Create Local Git Repository After we have a remote Git repository, we can create a project stored in the remote repository. We also need to create a local repository before we can push

I Love Books

I like reading books since I was a kid. Thanks to my parents that let me bought any books and embraced me to read. Bookstore becomes one of my favorite places. I like to learn any topics, not only about science or IT stuffs. For me, reading a book isn't always intended to have possession in the topic, but it's for my personal pleasure and building an insight of something. some of them There're many things around us that we don't understand really well. If we try to figure it out by ourselves, we will waste most of our precious time. So, it's better to learn from the expert who has studied it well and then considering it with our common sense and logic. I grow up, many affairs had occurred, and shit happens. I realize that I have forgotten a lot of things. I likely tend to be aware of fewer things. So let me open a cupboard full of books which I've collected since a long time ago.