Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Religion

Mendidik dengan Hikmah

Kisah tentang Muhammad Al Fatih dan guru dari masa kecilnya, Aq Syamsuddin. Suatu hari ketika Al Fatih telah menjadi orang besar ia bertanya kepada gurunya perihal kenangan pahit dengan gurunya.  “ Guru, aku mau bertanya. Masih ingatkah suatu hari guru menyabetku, padahal aku tidak bersalah waktu itu. Sekarang aku mau bertanya, atas dasar apa guru melakukannya? ”  Bertahun-tahun lamanya pertanyaan itu mengendap dalam diri sang murid. Tentu tak mudah baginya menyimpan semua itu. Karena yang disimpannya bukan kenangan indah. Tetapi kenangan pahit yang mengecewakan. Karena tak ada yang mau dipukul. Apalagi dia tidak merasa bersalah.  Gurunya pun menjawab, “ Aku sudah lama menunggu datangnya hari ini. Di mana kamu bertanya tentang pukulan itu. Sekarang kamu tahu nak, bahwa pukulan kedzaliman itu membuatmu tak bisa melupakannya begitu saja. Ia terus mengganggumu. Maka ini pelajaran untukmu di hari ketika kamu menjadi pemimpin seperti sekarang. Jangan pernah sekali...

Mencintai Manusia

Ini adalah hal yang disampaikan pada kutbah Jumat hari ini yang disampaikan di masjid Salman ITB oleh seseorang yang saya lupa namanya yang tampaknya adalah staf pengajar di ITB juga. Sebelum membahas mengenai mencintai manusia, pada sholat jumat hari ini ada yang berbeda dari biasanya. Muadzin adalah seorang anak kecil (sekitar 5 tahun) asal Mesir yang pada umur 4,5 tahun sudah hafiz Al-Quran namun saya tidak memperhatikan siapa namanya. Setelah jumatan pun Masjid Salman mengadakan acara bincang-bincang dengan anak tersebut tapi saya tidak ikut. Ok, beberapa poin yang saya tangkap selama ceramah yang intinya tentang mencintai manusia. Pertama , khotib berpesan agar umat muslim seharusnya adalah umat yang penuh kasih. Saat ini kata-kata kasih terhadap sesama lebih sering melekat kepada umat Nasrani, sementara media kebanyakan lebih mengaitkan Islam dengan kekerasan. Mari kita lihat beberapa dasar hukum Islam tentang kasih. “ Barangsiapa yang tiada mengasihi manusia maka Allah-...

Keraguan

Artikel kali ini saya buat terinspirasi dan didasari isi khotbah yang disampaikan Pak Agus Syihabudin pada Jumat, 17 Agustus 2012, di masjid Salman ITB. Pak Agus adalah dosen agama Islam di ITB yang sempat mengajar saya sewaktu saya mengambil mata kuliah agama. Seperti kebiasaannya saat mengajar di kelas, saat khotbah pun beliau sempat menyelipkan nasihat-nasihat tentang jodoh. Saat itu beliau menyampaikan perkataan yang kurang lebih seperti berikut.  "Implikasi dari keraguan ada 3 macam. Ada yang ringan, sedang, dan berat. Salah satu implikasi dari keraguan yang bersifat sedang adalah ketika Anda ragu dalam memilih jodoh." (sambil tampak sedikit tersenyum) OK, yang di atas bukan hal utama yang ingin saya sampaikan. Menurut beliau keraguan adalah sifat alami yang sering muncul dalam diri setiap manusia. Kita semua pernah mengalami keraguan dalam berbagai hal. Implikasi atau akibat dari keraguan ada berbagai macam. Ada yang bersifat ringan, sedang, dan berat. Contoh akiba...

Berdoa

Sebagai orang beriman tentu berdoa menjadi 'pekerjaan' rutin bagi kita. Lalu apa saja yang kita baca dalam doa? Atau permohonan apa saja yang dapat kita panjatkan? Pernahkah Anda berdoa secara khusus kepada Allah sehubungan dengan kepentingan yang mendesak? Bagaimana pengalaman Anda selama ini; berapakah persentase doa Anda yang makbul? Memang, di samping membaca Al-Quran, berdoa dan memohon ampun kepada Allah merupakan suatu amalan yang sangat dianjurkan tertuma dalam bulan suci Ramadhan. Berdoa selain merupakan salah satu ibadat yang dipujikan, adalah sarana kita untuk memohon sesuatu kepada Tuhan Yang Maha Memiliki dan Maha Pemurah. Allah berfirman, "Berdoalah kamu kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkan untukmu"(QS 40:60). Berdoa secara langsung atau tidak, juga bisa berarti pengakuan hamba akan kelemahannya dihadapan Tuhan penciptanya. Kalau dikalangan sufi banyak yang menolak berdoa karena bagi mereka, berdoa sama saja dengan meragukan pengetahuan Tuh...

TUGAS EKONOMI ISLAM : Membebaskan Manusia dari Perbudakan dan Kelaparan

"Dan Kami telah menunjukkan kepada manusia dua jalan. Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan manusia dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir." (QS. 90 Al Balad : 10 - 16) Tugas ekonomi Islam membebaskan manusia dari kelaparan dan perbudakan. Tujuan ekonomi Islam : membebaskan manusia dari perbuudakan dan kelaparan. Sungguh itu adalah suatu tugas yang amat berat yang harus dijalankan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Oleh karenanya jarang sekali manusia yang hendak menjalankannya. Padahal Allah berfirman: "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya (manusia) dua jalan. Maka tidakkah sebaiknya dia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan manusia dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kela...

8 HAL YANG PATUT DIKETAHUI TENTANG EMAS

Bicara tentang Dinar Islam, selalu berbicara soal emas. Sebab itu, segala hal yang terjadi dalam pasar emas, juga berlaku bagi Dinar. Berikut ini tulisan dari Iqbal Muhaimin (geraidinar.com) yang menuliskan delapan hal tentang emas, diambil dari tulisan James Turk, CEO GoldMoney. Inilah delapan hal tersebut: Emas adalah komoditi yang spesial dan unik : Emas digali dari perut bumi dan terakumulasi di permukaan bumi. Emas tidak dikonsumsi, jadi jumlahnya terus bertambah. Meski demikian emas selalu menjadi barang langka karena seluruh emas yang ada di permukaan bumi saat ini diperkirakan hanya berkisar antara 150,000 ton sampai 160,000 ton saja. Suplai emas dunia terbatas pada yang berada di permukaan bumi : Karena tidak dikonsumsi, maka total suplai emas di seluruh dunia sama dengan jumlah seluruh emas di permukaan bumi. Kenaikan setiap tahun suplai ini berkisar antara 1.5% sampai 1.7%. Emas adalah uang sepanjang zaman : emas selalu menjadi uang dalam sejarah manusia - diakui ataup...