Skip to main content

Measuring Correlation

If we want to know a correlation between a boxer winning a match and using red pants, we can mathematically determine it based on past records of those conditions. There are four possible combinations of the conditions.

  1. The boxer loses and he doesn’t use red pants (00)
  2. The boxer loses and he uses red pants (01)
  3. The boxer wins and he doesn’t use red pants (10)
  4. The boxer wins and he uses red pants (11)

For example, we have the following past records.

  1. Condition “00” is 23 times
  2. Condition “01” is 10 times
  3. Condition “10” is 45 times
  4. Condition “11” is 9 times

Then, we can use the phi coefficient formula. The result of this formula is between -1 and 1. If the result is close to 0, it means the conditions have no correlation. If it is close to 1, it means the conditions are strongly correlated. Meanwhile, if it is negative, the correlation is strong but in the opposite way. The formula is as follows.

phi = (n11 x n00) – (n01 x n10) / sqrt(n1X x n0X x nX1 x nX0)

n1X represents the condition where the boxer wins, regardless of the color of his pants. While nX1 represents the condition where the red pants are used, regardless result of the match.

phi = (9 x 23) – (45 x 10) / sqrt( 54 x 33 x 19 x 68 )

phi = -243 / 1517

phi = -0.16

It shows that winning a match and the red pants have no correlation. What if there are more other conditions that may have a correlation to a win. For example, on a winning day, sometimes he drinks coffee before the match, talks to his girlfriend, or plays with his buddies. We can perform the formula separately for each condition and the main condition which is winning a match. For example, the result is as follows.

  1. phi coffee = 0.8
  2. phi girlfriend = -0.7
  3. phi buddies = 0.05

It shows that drinking coffee has a strong correlation. Meanwhile talking to a girlfriend has negative value therefore the assumed condition should become “not talking to girlfriend”. We can also perform an additional phase which is combining the two potential conditions into a single condition so that it becomes “drinking coffee and not talking to girlfriend”. Then, we need to tally again all records where the boxer wins or loses while he both drinks coffee and doesn’t talk to his girlfriend or not.  



Comments

Popular posts from this blog

Kerusakan pada Motherboard

1. Sering terjadi hang memory tidak cocok --- ganti memory ada virus di harddisk --- scan harddisk over clock --- seting kembali clock prosesor ada bad sector di harddisk --- partisi harddisk dengan benar 2. Pembacaan data menjadi lambat memori tidak cukup --- tambah memori harddisk penuh atau ada virus --- kurangi isi harddisk, scan harddisk, atau ganti hardisk 3. CMOS failure baterai habis --- ganti baterai CMOS seting BIOS berubah --- seting kembali BIOS 4. Tidak bisa booting cache memory rusak --- disable eksternal cache memory di BIOS memori tidak cocok --- ganti memori boot sector pada harddisk rusak --- masukkan operating system baru ada bad sector pada trek awal harddisk --- partisi harddisk 5. Suara bip panjang berkali-kali memori rusak --- periksa kedudukan memori memori tidak cocok --- ganti memori memori tidak masuk slot dengan sempurna --- periksa kembali kedudukan memori 6. Suara bip bagus tetapi tidak ada tampilan / bip dua kali VGA card

Rangkaian Sensor Infrared dengan Photo Dioda

Keunggulan photodioda dibandingkan LDR adalah photodioda lebih tidak rentan terhadap noise karena hanya menerima sinar infrared, sedangkan LDR menerima seluruh cahaya yang ada termasuk infrared. Rangkaian yang akan kita gunakan adalah seperti gambar di bawah ini. Pada saat intensitas Infrared yang diterima Photodiode besar maka tahanan Photodiode menjadi kecil, sedangkan jika intensitas Infrared yang diterima Photodiode kecil maka tahanan yang dimiliki photodiode besar. Jika  tahanan photodiode kecil  maka tegangan  V- akan kecil . Misal tahanan photodiode mengecil menjadi 10kOhm. Maka dengan teorema pembagi tegangan: V- = Rrx/(Rrx + R2) x Vcc V- = 10 / (10+10) x Vcc V- = (1/2) x 5 Volt V- = 2.5 Volt Sedangkan jika  tahanan photodiode besar  maka tegangan  V- akan besar  (mendekati nilai Vcc). Misal tahanan photodiode menjadi 150kOhm. Maka dengan teorema pembagi tegangan: V- = Rrx/(Rrx + R2) x Vcc V- = 150 / (150+10) x Vcc V- = (150/160) x 5

Refund Tiket Kereta Api

Pada Desember 2013 saya telah berencana untuk pergi ke Kebumen dari Bandung menggunakan kereta api. Namun karena ada tugas yang mendesak maka saya membatalkan rencana tersebut. Tiket saya beli secara online. Pada waktu itu peraturan pembatalan pembelian tiket adalah 1 jam sebelum keberangkatan. Saya mengajukan pembatalan pada satu hari sebelum keberangkatan. Langkah-langkah pengajuan refund adalah seperti berikut. Jika Anda membeli tiket secara online, cetaklah tiket Anda terlebih dahulu di stasiun. Untuk stasiun Bandung lokasi pencetakan tiket di dekat loket Costumer Service. Pencetakan dilakukan sendiri (self service) menggunakan perangkat komputer yang disediakan dengan memasukkan kode booking pada aplikasi yang ada. Setelah itu Anda dapat bertanya pada petugas di mana loket untuk pengajuan refund. Untuk stasiun Bandung loket untuk pengajuan refund saat itu berada di loket terakhir yaitu loket 9.  Setelah menunjukkan tiket maka kita diminta mengisi formulir pengajuan pembatalan.

Itachi Uchiha

The Real Hero of Konoha

Setting Up Next.js Project With ESLint, Typescript, and AirBnB Configuration

If we initiate a Next.js project using the  create-next-app tool, our project will be included with ESLint configuration that we can apply using yarn run lint . By default, the tool installs eslint-config-next and extends next/core-web-vitals in the ESLint configuration. The Next.js configuration has been integrated with linting rules for React and several other libraries and tools. yarn create next-app --typescript For additional configuration such as AirBnB, it is also possible. First, we need to install the peer dependencies of eslint-config-airbnb . We also add support for Typescript using eslint-config-airbnb-typescript . yarn add --dev eslint-config-airbnb eslint-plugin-import eslint-plugin-jsx-a11y eslint-plugin-react eslint-plugin-react-hooks yarn add --dev eslint-config-airbnb-typescript @typescript-eslint/eslint-plugin @typescript-eslint/parser After that, we can update the .eslintrc.json file for the new configuration. { "extends": [ "airb

Pemrograman Paralel dengan CUDA

CUDA ( Compute Unified Device Architecture ) adalah suatu skema yang dibuat oleh NVIDIA agar NVIDIA selaku GPU ( Graphic Processing Unit ) mampu melakukan komputasi tidak hanya untuk pengolahan grafis namun juga untuk tujuan umum. Jadi, dengan CUDA, kita dapat memanfaatkan cukup banyak  processor  yang dimiliki oleh NVIDIA untuk berbagai perhitungan. GPU yang ada  saat ini seperti ATI pun sudah memiliki banyak processor di dalamnya. Pada ATI, skema yang mereka bangun disebut ATI Stream. Saat ini pemrograman paralel menjadi sangat penting karena kebutuhan kemampuan komputasi komputer yang terus meningkat seperti kemampuan multitasking  dan pengolahan grafis yang andal. Metode saat ini dalam peningkatan peforma komputer juga berbeda dengan masa lampau dimana peningkatan clock  dari processor  yang diutamakan. Peningkatan clock  juga dibatasi oleh kemampuan fisik dari perangkat digital yaitu persoalan daya dan panas. Pada 2005 berbagai industri komputer mulai menawakan komputer den