Skip to main content

How To Use Git in Eclipse

Version control is one of important things that you should consider when you work as a team with some people in a project development. In software development, there are some version control tools that can maintain application source codes such as Git and SVN. Main different between them is the use of local repository. SVN doesn't use any local repository so every committed changes will be stored directly to and maintain by remote SVN server. But, when you use Git, you must create local repository first. Pictures below show you the difference.
SVN scheme
Git scheme

You can use Git with some tools such as command line tools and desktop client applications. In this post, I will only show you how to use Git with Eclipse.


Set Up Remote Repository on GitHub

There are many Git repository service providers such as GitHub, Sourceforge, BitBucket, etc. But, I will use GitHub as example.
  • Create new account on GitHub.
  • Create new repository on GitHub. As a free member, you only can make public repositories. In this example, my repository name is "test".
Create new repository
  • Copy your Git repository address. For example, my repository address is "https://github.com/lukibsubekti/test.git".
Copy repository location

Install EGit in Eclipse

Some Eclipse distributions have installed Git tools. But if there's no Git tools in your Eclipse, you can use EGit plugin.
  • Choose Install New Software on Eclipse.
  • Set software repository location to "http://download.eclipse.org/egit/updates".
  • Install "Eclipse Git Team Provider".
Install EGit

Create Local Repository, Commit Changes, and Push to Remote Repository

  • Create a new project in Eclipse. For example, I create a PHP project named "project_A" and use "D:\Web Projects\project_A" as project directory.
Create new project
  • Right click on project_A folder in Eclipse. Choose Team --> Share Project --> Git.
  • Create local repository. I use "D:\git\test" as the location.
Create local repository
  • NOTE: In Eclipse, it's recommended that you don't create local repository inside your project directory because it can make Eclipse project load process to be longer.
  • Finally, in my work, Eclipse use "D:\git\test\.git" as local repository directory (outside the project_A  project directory) and move project_A project directory to "D:\git\test\project_A".
  • Try to create new file on your project. You can use "Git Staging" panel to see all current changes which has not yet committed (unstaged changes).
  • Right click  on project_A folder in Eclipse. Choose Team --> Commit.
  • Insert your comment and select all files to be committed to repository. If you choose "Commit", your changes will be only on local repository. You should choose "Commit and Push" to make it available on remote repository.
Commit changes
  • Set up push configuration.
Push to remote repository
Push ref specification
  • Now, your repository will be available on GitHub.
Remote repository on GitHub

Clone Project from Remote Repository

For this tutorial, I have built another project named project_X and stored it in GitHub repository. I have no local copy of this project. So, I must clone the project from GitHub first.
  • For example, the project is in remote repository at "https://github.com/lukibsubekti/test2.git".
  • In Eclipse, choose File --> Import --> Project from Git --> Clone URI. This step will create local repositry. I place the local repository in "D:\git\test2\.git".
Clone from remote repository
  • Because project_X in the repository is an Eclipse project, you can choose "Import existing project" in wizard for project import. It will create a project and place it in "D:\git\test2\project_X". 
  • If there's no project configuration file (or other IDE configuration files) in remote repository, you can choose "New project wizard". If you choose new project wizard, at project creation section, you must choose project directory which has been created in local repository directory (eg. "D:\git\test3\project_name" not "D:\Web Projects\project_name").
  • Now you have local repository and the project.
You can get more tutorials from Vogella or Eclipse Wiki.

Comments

Popular posts from this blog

Kerusakan pada Motherboard

1. Sering terjadi hang memory tidak cocok --- ganti memory ada virus di harddisk --- scan harddisk over clock --- seting kembali clock prosesor ada bad sector di harddisk --- partisi harddisk dengan benar 2. Pembacaan data menjadi lambat memori tidak cukup --- tambah memori harddisk penuh atau ada virus --- kurangi isi harddisk, scan harddisk, atau ganti hardisk 3. CMOS failure baterai habis --- ganti baterai CMOS seting BIOS berubah --- seting kembali BIOS 4. Tidak bisa booting cache memory rusak --- disable eksternal cache memory di BIOS memori tidak cocok --- ganti memori boot sector pada harddisk rusak --- masukkan operating system baru ada bad sector pada trek awal harddisk --- partisi harddisk 5. Suara bip panjang berkali-kali memori rusak --- periksa kedudukan memori memori tidak cocok --- ganti memori memori tidak masuk slot dengan sempurna --- periksa kembali kedudukan memori 6. Suara bip bagus tetapi tidak ada tampilan / bip dua kali VGA card

Rangkaian Sensor Infrared dengan Photo Dioda

Keunggulan photodioda dibandingkan LDR adalah photodioda lebih tidak rentan terhadap noise karena hanya menerima sinar infrared, sedangkan LDR menerima seluruh cahaya yang ada termasuk infrared. Rangkaian yang akan kita gunakan adalah seperti gambar di bawah ini. Pada saat intensitas Infrared yang diterima Photodiode besar maka tahanan Photodiode menjadi kecil, sedangkan jika intensitas Infrared yang diterima Photodiode kecil maka tahanan yang dimiliki photodiode besar. Jika  tahanan photodiode kecil  maka tegangan  V- akan kecil . Misal tahanan photodiode mengecil menjadi 10kOhm. Maka dengan teorema pembagi tegangan: V- = Rrx/(Rrx + R2) x Vcc V- = 10 / (10+10) x Vcc V- = (1/2) x 5 Volt V- = 2.5 Volt Sedangkan jika  tahanan photodiode besar  maka tegangan  V- akan besar  (mendekati nilai Vcc). Misal tahanan photodiode menjadi 150kOhm. Maka dengan teorema pembagi tegangan: V- = Rrx/(Rrx + R2) x Vcc V- = 150 / (150+10) x Vcc V- = (150/160) x 5

Refund Tiket Kereta Api

Pada Desember 2013 saya telah berencana untuk pergi ke Kebumen dari Bandung menggunakan kereta api. Namun karena ada tugas yang mendesak maka saya membatalkan rencana tersebut. Tiket saya beli secara online. Pada waktu itu peraturan pembatalan pembelian tiket adalah 1 jam sebelum keberangkatan. Saya mengajukan pembatalan pada satu hari sebelum keberangkatan. Langkah-langkah pengajuan refund adalah seperti berikut. Jika Anda membeli tiket secara online, cetaklah tiket Anda terlebih dahulu di stasiun. Untuk stasiun Bandung lokasi pencetakan tiket di dekat loket Costumer Service. Pencetakan dilakukan sendiri (self service) menggunakan perangkat komputer yang disediakan dengan memasukkan kode booking pada aplikasi yang ada. Setelah itu Anda dapat bertanya pada petugas di mana loket untuk pengajuan refund. Untuk stasiun Bandung loket untuk pengajuan refund saat itu berada di loket terakhir yaitu loket 9.  Setelah menunjukkan tiket maka kita diminta mengisi formulir pengajuan pembatalan.

Itachi Uchiha

The Real Hero of Konoha

Setting Up Next.js Project With ESLint, Typescript, and AirBnB Configuration

If we initiate a Next.js project using the  create-next-app tool, our project will be included with ESLint configuration that we can apply using yarn run lint . By default, the tool installs eslint-config-next and extends next/core-web-vitals in the ESLint configuration. The Next.js configuration has been integrated with linting rules for React and several other libraries and tools. yarn create next-app --typescript For additional configuration such as AirBnB, it is also possible. First, we need to install the peer dependencies of eslint-config-airbnb . We also add support for Typescript using eslint-config-airbnb-typescript . yarn add --dev eslint-config-airbnb eslint-plugin-import eslint-plugin-jsx-a11y eslint-plugin-react eslint-plugin-react-hooks yarn add --dev eslint-config-airbnb-typescript @typescript-eslint/eslint-plugin @typescript-eslint/parser After that, we can update the .eslintrc.json file for the new configuration. { "extends": [ "airb

Pemrograman Paralel dengan CUDA

CUDA ( Compute Unified Device Architecture ) adalah suatu skema yang dibuat oleh NVIDIA agar NVIDIA selaku GPU ( Graphic Processing Unit ) mampu melakukan komputasi tidak hanya untuk pengolahan grafis namun juga untuk tujuan umum. Jadi, dengan CUDA, kita dapat memanfaatkan cukup banyak  processor  yang dimiliki oleh NVIDIA untuk berbagai perhitungan. GPU yang ada  saat ini seperti ATI pun sudah memiliki banyak processor di dalamnya. Pada ATI, skema yang mereka bangun disebut ATI Stream. Saat ini pemrograman paralel menjadi sangat penting karena kebutuhan kemampuan komputasi komputer yang terus meningkat seperti kemampuan multitasking  dan pengolahan grafis yang andal. Metode saat ini dalam peningkatan peforma komputer juga berbeda dengan masa lampau dimana peningkatan clock  dari processor  yang diutamakan. Peningkatan clock  juga dibatasi oleh kemampuan fisik dari perangkat digital yaitu persoalan daya dan panas. Pada 2005 berbagai industri komputer mulai menawakan komputer den