Skip to main content

BBU ITB 2013

BBU (Ublan Bakti UBALA) ITB adalah salah satu kegiatan rutin tahunan UBALA (Unit Budaya Lampung) ITB untuk beberapa tahun terakhir. Tahun ini adalah pelaksanaan yang ke-9 kali. Kegiatan ini terdiri dari roadshow ke sejumlah SMA di Lampung dan Try Out untuk SMBPTN.
Untuk tahun ini saya tidak ikut kegiatan roadshow karena sejumlah alasan. Pertama, saya sudah alumni. hehehe. Kedua, UBALA tampaknya tidak kekurangan SDM dan banyak yang kompeten menjalankan tugasnya masing-masing sebagai panitia. Ketiga, sudah banyak kegiatan lain yang harus diutamakan.
Tapi, tahun ini saya masih ikut membantu Try Out-nya. Ini adalah kelima kalinya saya ikut membantu UBALA ITB dalam 5 tahun terakhir. Kelima kalinya saya jadi operator di acara Try Out BBU. Sebenarnya niat saya datang ke acara ini awalnya karena sekadar ingin berkumpul dengan teman-teman UBALA dan berlibur sejenak. Tapi karena jiwa "pelayan" saya, hahaha, dan rasa sayang saya pada seseorang, eh, pada UBALA, maka saya dengan senang hati ikut berpartisipasi selama persiapan dan saat hari H.
Seperti tahun 2012, acara TO kali ini diadakan di GSG UNILA. Acara berlangsung pada 20 Januari 2013, pukul 08.00 s/d 13.00.

GSG UNILA

Peserta TO mulai mengerjakan soal. Saya di meja operator yang sebelah kiri, tuh. hahaha. Aplikasi countdown timer yang ditampilkan di layar adalah buatan Edward Samuel. Sayangnya aplikasi ini masih kurang fasilitas untuk mengatur waktu awal. Aplikasi ini hanya untuk countdown selama 2 jam. Saat GSG mengalami mati listrik, maka laptop saya yang tidak ada baterai ini pun mati. Akhirnya saat listrik menyala lagi, saya googling dulu aplikasi countdown timer yang ada fasilitas atur waktu awal. Selain itu, kekurangan yang ada adalah, saat pemutaran sejumlah video yang memiliki bandwidth dan resolusi yang tinggi, laptop saya tidak mampu bekerja dengan baik. Hasilnya adalah gambar sedikit bergoyang dan buram. Pesan tambahan, jangan lupa memberi "upeti" sebelum acara dimulai kepada penjaga GSG agar tidak menurunkan sekering listirk. Tapi saya berharap semoga tahun-tahun selanjutnya, karyawan/staf di GSG UNILA dapat menjadi orang-orang yang bermoral baik.

Tahun ini UBALA ITB kembali bekerja sama dengan Ganesha Operation. Bantuan GO adalah penyediaan tempat dan fasilitas penunjang bagi panitia selama roadshow. Sedangkan selama TO, GO membantu penyediaan lembar jawaban dan pengoreksian jawaban. Sama seperti tahun sebelumnya, keunggulan GO menurut saya adalah pekerjaan mereka yang cepat. Hasil TO hampir 2500 peserta dapat selesai sebelum pukul 11.00.

 UBALA 2009 yang statusnya di ITB adalah mahasiswa tingkat akhir juga ada yang masih ikut membantu. Ada Ridho Qurbany (SI'09) dan Kevin Marojahan (Kiyay UBALA, EP'09). Mereka juga masih ikut membantu kegiatan roadshow. Semoga tahun-tahun selanjutnya semakin banyak angkatan atas yang masih berpartisipasi dalam setiap kegiatan UBALA untuk memberi masukan kepada yang lebih muda berdasarkan pengalaman dan pengetahuan.

 Sejumlah panitia yang sedang bersiap-siap.

Peserta TO mengantri untuk masuk.

Yak, singasana saya setiap BBU. :)

 Hadiah buat para pemenang.

Acara akhirnya selesai dan saatnya evaluasi.

Saya setuju dengan twit-nya Zaidi di akun Twitter-nya yang tidak bisa di-retweet, BBU tahun ini sederhana tapi elegan. Beberapa hal yang lain yang saya suka adalah pelaksanaan kegiatan berjalan cukup rapih dan inovasi acara yang sangat menarik. Koordinator pelaksana juga menjalanakan tugas dengan baik. Walaupun 5 kepala divisi dari 10 divisi yang ada dalam kepanitiaan adalah cewek (cowoknya mana, nih? galau mulu, ya?) tapi ternyata hasilnya sangat memuaskan. Saya angkat topi kepada bapak ketua Fahrell (Meteorologi'11) yang inovatif dan bisa memilih orang-orang yang tepat serta mampu membawa anggotanya untuk bekerja dengan baik. Yinny (Arsitektur'11) sebagai koordinator publikasi dan dokumentasi, masternya desain gambar dan video nih, baik hati lagi, haha. Ogut (Geodesi'11) sebagai koordinator sponsorship yang hebat bisa menggaet sponsor untuk BBU sebegitunya, Imad saja ngga bisa. Lalu pada bidang acara ada Rama (Tekim'11) yang telah merancang inovasi acara yang keren. Lalu ada Gesi (Arsitektur'11) yang membuat dekorasi BBU kali ini keren. Lalu ada Bayu, Yona, Muse, Devi, Tiara, dan seluruh panitia BBU yang hebat-hebat.
Semoga setelah kegiatan BBU kekeluargaan di UBALA tetap semakin baik. Semoga dengan itu pula, makin memupuk semangat teman-teman UBALA untuk terus berkarya dan memajukan UBALA ITB.

Oh iya, ini beberapa foto BBU yang pernah saya ikuti.
BBU 2009. Ketua kak DP (Mesin'07). Walaupun BBU ini malah menyisakan konflik, tapi tetep ada yang baiknya. Sekre UBALA jadi rame, apalagi ditambah PS-nya kak Hamzah. BBU 2009 ini cukup mahal, mulai dari konsumsi, publikasi, dll. Backdrop yang ada di belakang itu hari-hari sebelumnya dipasang di jembatan penyebrangan yang di dekat Pasar Bambu Kuning lho. Di BBU 2009 saya menjadi staf pubdok bawahannya kak Made (IF'07).

BBU 2010. Ketua Bambang (TI'08). BBU-nya Bambang ini fokusnya memang benar-benar berbakti salah satunya dengan menjual tiket dengan harga murah. Dana kegiatan saat itu sangat pas-pasan. Panitia pun sangat sedikit karena memang yang masuk ITB jumlahnya sedikit. Di BBU kali ini saya naik pangkat menjadi Kadiv Pubdok. Oh iya, saat itu rambut saya panjang lho sampe pake iket rambut.

BBU 2011 atau BBU VII. Saat itu dimulai penggunaan urutan pelaksanaan BBU untuk nama BBU. Ketua Ridho (Sipil'09). Kegiatan TO dilaksanakan di GOR Saburai karena tidak mendapatkan tempat di GSG UNILA. Tema acara adalah Go Green. Saat roadshow juga memberikan kotak sampah ke sekolah yang dikunjungi. BBU kali itu saya hanya membantu sedikit dokumentasi dan pada hari TO tidak lupa seperti biasa yaitu menjadi operator. Hahaha.

BBU 2012. BBU terakhir saya sebagai mahasiswa S1. Ketua Adly (Mesin'10). Lagi-lagi pada hari TO saya menjadi  operator. Saya juga ikut tampil dalam penampilan bersama Ridho, Kevin, Alan, dan Haifa lho.




Popular posts from this blog

Beli Bahan Tekstil dan Jasa Jahit di Bandung

Acara wisuda akan dilaksanakan pada Juli 2012 dan untuk acara tersebut saya memerlukan jas. Saya langsung googling untuk mencari tempat yang menjual jas. Sebelumnya saya sempat berpikir untuk menyewa jas saja namun karena tampaknya jas akan cukup penting nantinya dan harga penyewaan yang umumnya tidak murah maka saya memutuskan membeli. Saya mencari tempat yang menjual jas yang murah di Bandung. Hasilnya beberapa artikel menyebutkan Pasar Baru Bandung menjual berbagai bahan tekstil dan pakaian termasuk jas. Saya langsung membuka Google Maps dan mencari lokasi Pasar Baru Bandung. Berikut adalah lokasi Pasar Baru Bandung.

View Pasar Baru Bandung in a larger map

Setelah mengetahui lokasi tersebut, saya memutuskan pergi sendiri ke Pasar Baru Bandung. Tidak lupa saya menyiapkan GPS berhubung sangat lemah soal arah jalan. Alhasil, setelah sampai di dekat jembatan, sebelum jalan Suniaraja saya sempat mengambil arah yang salah dan akhirnya berputar-putar di daerah sekitar Pasar Baru (Jalan St…

Sariawan dan Vitamin B12

Beberapa hari yang lalu, saya yang kebetulan sedang sariawan diminta teman saya di FKG UNPAD yang sedang mencari pasien sariawan, untuk datang ke tempat praktek FKG yang berada di Sekeloa (dekat Dipati Ukur). Awalnya sempat malas, tapi karena saat itu saya sedang tidak ada pekerjaan dan FKG tampaknya cukup 'menarik', akhirnya saya memutuskan pergi ke sana sendiri. Saya mendaftar jadi pasien di rumah sakit FKG terlebih dahulu, kemudian baru saya diajak ke tempat prakteknya. Saat ditanya apa penyebab sariawan saya, saya tidak ingat. Mulut saya pun kemudian diperiksa dan 'diacak-acak'. Kaca mulut, sonde, pinset, dll sudah masuk ke mulut saya. Beberapa kali seriawan saya  tersentuh. Seorang temannya Gema membantu mencatat data hasil pemeriksaan. Setelah itu, giliran dosennya yang memeriksa mulut saya. Pada bagian akhir sariawan saya diberi suatu obat cair. Pesan dari Gema untuk memperbanyak minum air dan konsumsi vitamin B12.
Menurut Dosen Gizi dari Departemen Gizi Masyar…

Rangkaian Sensor Infrared dengan Photo Dioda

Keunggulan photodioda dibandingkan LDR adalah photodioda lebih tidak rentan terhadap noise karena hanya menerima sinar infrared, sedangkan LDR menerima seluruh cahaya yang ada termasuk infrared.
Rangkaian yang akan kita gunakan adalah seperti gambar di bawah ini.


Pada saat intensitas Infrared yang diterima Photodiode besar maka tahanan Photodiode menjadi kecil, sedangkan jika intensitas Infrared yang diterima Photodiode kecil maka tahanan yang dimiliki photodiode besar.
Jika tahanan photodiode kecil maka tegangan V- akan kecil. Misal tahanan photodiode mengecil menjadi 10kOhm. Maka dengan teorema pembagi tegangan:
V- = Rrx/(Rrx + R2) x Vcc V- = 10 / (10+10) x Vcc V- = (1/2) x 5 Volt V- = 2.5 Volt
Sedangkan jika tahanan photodiode besar maka tegangan V- akan besar (mendekati nilai Vcc). Misal tahanan photodiode menjadi 150kOhm. Maka dengan teorema pembagi tegangan:
V- = Rrx/(Rrx + R2) x Vcc V- = 150 / (150+10) x Vcc V- = (150/160) x 5 Volt V- = 4.7 Volt
Sekarang kita akan melihat trimp…

How To Use Git in Netbeans

Git is a popular version control application nowadays. Recently I have created a note about its differences with SVN and how to use it in Eclipse. There are many Git client tools. But I just want to show how to use Netbeans built in Git tools. It makes development process easier because it has been integrated with the IDE.
Create Remote Git Repository We need remote Git repository so everyone can store or receive any revision or updated files through the networks. We can setup our own Git server or use public Git server like Github. In this note, I use Github. 1. Create an account in Github and create an empty Git repository
2. Get the remote repository link
Create a New Project in Netbeans and Create Local Git Repository After we have a remote Git repository, we can create a project which will be stored to remote repository. We also need to create local repository before we can push any revision and files to remote repository. 1. Create a project. For example, I create PHP Application…

Beautiful Rain (JDorama)

Saya selalu tertarik dengan film-film inspirasional, baik movie atau pun serial drama. Akhir-akhir ini saya tertarik untuk menonton drama serial jepang. Saya googling dengan keyword "inspirational japan dorama" kemudian saya dapati sejumlah review beberapa film bagus dari sejumlah netizen. 
Salah satu yang kemudian saya tonton adalah Beautiful Rain. Setiap episode film ini selalu membuat saya sangat terharu sampai meneteskan air mata. :' Yah, ini mungkin saja karena saya yang terlalu melankolis. Hahaha.

Ini sedikit review dari saya tentang film ini.